Khutbah Idul Adha: Belajar Ketegaran Jiwa dari Nabi Ismail
Naskah khutbah Idul Adha berikut ini mengajak kepada para jamaah untuk belajar dan meneladani kesalehan dan ketegaran jiwa Nabi Ismail dalam sejarah kurban yang terjadi ratusan tahun yang lalu. Dalam catatan historisnya, Nabi Ismail merupakan anak yang masih kecil, namun kesalehan dan ketegarannya tidak kalah dengan orang-orang yang sudah tua, bahkan ia rela mengorbankan dirinya sendiri demi menaati perintah Allah swt. Khutbah I اَللهُ أَكْبَرُ اَ للهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ. اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ. اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ. لَا اِلٰهَ اِلَّا اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ. اللهُ أَكْبَرُ وَللهِ الْحَمْدُ اللَّهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيرًا، وَسُبْحَانَ اللَّهِ بُكْرَةً وَأَصِيلًا، لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ صَدَقَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَهَزَمَ الْأَحْزَابَ وَحْدَهُ. لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَلَا نَعْبُدُ إِلَّا إِيَّ اهُ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُوْنَ اَلْحَمْدُ لِل...