Sikap Muslim Menghadapi Takdir Buruk Menurut Imam Ibnu Qayyim
Seorang mukmin hendaknya meyakini bahwa ia hanyalah milik Allah sehingga ia ridha dengan segala pengaturan dan takdir yang diputuskan atasnya. Foto ilustrasi/ist Segala takdir bagi seorang muslim hendaknya dipercaya hanya dari Allah semata. Baik takdir baik maupun takdir yang buruk. Namun demikian, janganlah kita beranggapan bahwa keburukan itu bagian dari Allah, karena tidak ada satupun keburukan yang terdapat pada diri Allah. Tidak boleh satupun keburukan disandarkan pada dzat, nama, sifat, dan perbuatan-Nya. Lantas, bagaimana seharusnya sikap seorang muslim saat mengalami takdir buruk? Imam Ibnul Qayyim Rahimahullah dalam kitabnya 'Al Fawaid' menjelaskan, “Jika sebuah takdir yang buruk meninpa seorang hamba, maka ia memiliki enam sikap dan sisi pandang". Apa saja sikap dan sisi pandang tersebut? 1. Pandangan tauhid Bahwa Allah-lah yang menakdirkan, menghendaki, dan menciptakan kejadian tersebut. Segala sesuatu yang Allah kehendaki pasti terjadi, dan segala s...